Belakangan kata “exosome” muncul di mana-mana, mulai dari kemasan serum, iklan klinik kecantikan, sampai video review di media sosial. Katanya bisa bikin kulit lebih halus, pori samar, dan noda gelap memudar.
Kalau kamu punya masalah tekstur kulit atau pigmentasi, wajar kalau klaim seperti ini terdengar menggoda. Tapi sebelum ikut tren, ada baiknya kamu tahu dulu apa sebenarnya exosome, seberapa kuat bukti ilmiahnya, dan apa saja yang perlu diwaspadai.
Di artikel ini kita bahas manfaat exosome skincare secara jujur, bedanya serum di rumah dengan treatment di klinik, sampai risiko dan cara memeriksa keamanan produknya.
Apa Itu Exosome dan Apa Manfaatnya untuk Kulit?

Menurut penjelasan BPOM, exosome adalah kantung kecil yang dihasilkan oleh hampir semua jenis sel, baik sel hewan, tumbuhan, maupun manusia.
Bayangkan seperti paket kiriman yang membawa pesan dari satu sel ke sel lain. Isinya berupa protein, lemak, dan materi genetik seperti DNA dan RNA yang membantu sel saling berkomunikasi. Kemampuannya dalam membantu regenerasi jaringan sudah mulai dikenali sejak tahun 1980-an.
Di dunia skincare, exosome menarik perhatian karena kandungan protein dan faktor pertumbuhannya. BPOM menyebut zat-zat ini membantu proses pembentukan kolagen dan pembentukan pembuluh darah baru, sehingga berperan dalam regenerasi kulit dan penyembuhan luka.
Karena kolagen membantu kulit menahan air dan tetap kenyal, exosome kemudian dikaitkan dengan peran anti-aging dan anti-kerut. Exosome juga bisa dimodifikasi untuk membawa bahan aktif lain seperti hyaluronic acid, peptida, dan antioksidan.
Dari sinilah muncul klaim bahwa exosome bisa membantu memperbaiki tekstur kulit, menyamarkan bekas jerawat, dan meratakan warna kulit.
Sumber exosome di produk perawatan pun beragam, mulai dari tumbuhan seperti mawar atau ginseng sampai sel punca. Sumber ini penting karena bisa memengaruhi kandungan, cara kerja, dan aspek keamanannya.
Seberapa Kuat Bukti Ilmiah Manfaat Exosome Skincare?

Jawaban jujurnya, buktinya masih tergolong awal.
Sebuah tinjauan di International Journal of Dermatology tahun 2025 menyebut ada studi klinis yang melaporkan hasil menjanjikan untuk mengatasi masalah penuaan kulit, bekas luka, kerontokan rambut, dan melasma. Namun tinjauan yang sama juga menegaskan masih banyak tantangan yang belum terjawab.
Tantangan pertama adalah belum ada cara standar untuk memisahkan dan memurnikan exosome. Akibatnya kualitas dan isi exosome di satu produk bisa sangat berbeda dengan produk lain, meski sama-sama ditulis “exosome” di kemasannya.
Tantangan kedua, sebagian besar penelitian masih melibatkan jumlah peserta yang kecil dan durasi yang relatif singkat.
Banyak juga studi yang memakai exosome bersamaan dengan tindakan lain seperti microneedling atau laser, sehingga sulit memastikan seberapa besar efek yang benar-benar datang dari exosome-nya sendiri.
Tantangan ketiga, aturan dan standar keamanannya belum benar-benar mapan. Isi exosome perlu dipetakan dengan jelas supaya keamanan dan efektivitasnya bisa dipastikan.
Jadi kalau kamu menemukan klaim seperti “hasil setara laser” atau “regenerasi kulit total dalam seminggu”, sebaiknya bersikap kritis. Exosome memang menarik untuk diteliti, tapi belum bisa dianggap sebagai jawaban pasti untuk semua masalah kulit.
Apa Bedanya Serum Exosome dan Treatment Klinik?

Serum exosome adalah produk yang kamu oleskan sendiri di rumah dan termasuk kategori kosmetik. Dalam Peraturan BPOM Nomor 3 Tahun 2022, kosmetika didefinisikan sebagai bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia.
Aturan yang sama juga menegaskan bahwa klaim kosmetik tidak boleh menyatakan seolah-olah produk tersebut adalah obat atau bertujuan mencegah penyakit. Jadi kalau ada serum exosome yang mengklaim bisa “menyembuhkan” masalah kulit, kamu patut curiga.
BPOM juga menyebut bahwa bahan exosome dalam kosmetik harus dinilai lebih dulu dari sisi keamanan, manfaat, dan mutunya sebelum produk boleh beredar. Meski begitu, konsentrasi dan kualitas exosome di setiap produk bisa sangat beragam.
Karena dioleskan di kulit yang utuh, kemampuan exosome untuk menembus lapisan kulit kemungkinan terbatas.
Banyak serum exosome juga mengandung bahan lain seperti niacinamide, peptida, atau hyaluronic acid. Jadi kalau kulitmu terasa lebih baik setelah memakainya, efek itu bisa saja datang dari bahan-bahan pendamping tersebut.
Sementara itu, treatment exosome di klinik biasanya dilakukan bersamaan dengan tindakan seperti microneedling, laser, atau perangkat lain yang membuat saluran kecil di kulit. Tujuannya supaya bahan aktif bisa masuk lebih dalam. Di sinilah batasnya penting untuk dipahami.
BPOM menegaskan bahwa produk yang digunakan dengan jarum, microneedle, atau injeksi tidak termasuk kosmetik. Produk seperti ini harus steril, didaftarkan sebagai obat, dan diaplikasikan oleh tenaga medis, karena kosmetik bukanlah produk steril.
Jadi prosedur exosome yang melibatkan kulit terbuka sebaiknya hanya dilakukan oleh dokter di klinik yang berizin dengan produk yang memang terdaftar untuk keperluan tersebut.
Perbedaan lainnya ada pada biaya dan risiko. Treatment klinik umumnya jauh lebih mahal dan butuh waktu pemulihan, sementara serum lebih terjangkau tapi hasilnya cenderung lebih ringan.
Untuk masalah tekstur atau pigmentasi yang cukup berat, konsultasi dengan dokter spesialis kulit tetap jadi langkah terbaik sebelum memilih treatment apa pun.
Apa Risiko dan Batas Keamanan Exosome Skincare?

Risiko terbesar yang sudah tercatat adalah infeksi akibat produk yang terkontaminasi. Pada 2019, badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat atau FDA mengeluarkan peringatan setelah sejumlah pasien sakit serius usai menerima produk exosome yang tidak disetujui.
FDA juga menegaskan bahwa belum ada produk exosome yang disetujui untuk penggunaan apa pun di sana. Risiko ini paling tinggi pada produk yang disuntikkan atau dipakai pada kulit terbuka, dan jauh lebih rendah pada produk oles di kulit yang utuh.
Risiko lain yang perlu diperhatikan adalah reaksi alergi atau iritasi, terutama saat exosome dipakai setelah microneedling.
Efek seperti kemerahan berkepanjangan, jerawat yang kambuh, sampai noda gelap pascaperadangan bisa muncul. Kondisi terakhir ini justru perlu diwaspadai oleh kamu yang punya masalah pigmentasi.
Selain itu, data keamanan jangka panjang untuk pemakaian kosmetik berulang memang belum tersedia. Exosome adalah pembawa pesan biologis, jadi para ahli masih terus meneliti dampaknya kalau dipakai dalam jangka waktu lama.
Di Indonesia sendiri, BPOM pernah menemukan produk yang didaftarkan sebagai kosmetik tapi digunakan selayaknya obat.
Dalam pengawasan September 2023 sampai Oktober 2024, BPOM menemukan 16 produk kosmetik berbentuk cairan dalam ampul, vial, atau botol yang penandaan atau promosinya menyebutkan cara pakai dengan injeksi.
BPOM lalu mencabut izin edar produk-produk tersebut dan memerintahkan penarikan serta pemusnahannya.
Menurut BPOM, penyuntikan produk yang tidak sesuai oleh orang yang bukan tenaga medis bisa menyebabkan reaksi alergi, infeksi, kerusakan jaringan kulit, sampai efek samping ke seluruh tubuh.
Lalu bagaimana cara memeriksa keamanan produk exosome di Indonesia? Pertama, biasakan menerapkan CekKLIK yang dianjurkan BPOM, yaitu cek Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli.
Kedua, cek nomor izin edar dan kategori produknya di cekbpom.pom.go.id atau aplikasi BPOM Mobile. Pastikan produk yang kamu pakai di rumah memang terdaftar sebagai kosmetik.
Untuk produk yang dipakai di klinik dengan jarum atau microneedle, pastikan produknya terdaftar sebagai obat, bukan sebagai kosmetik.
Ketiga, jangan pernah menyuntikkan atau memakai serum kosmetik untuk microneedling sendiri di rumah. BPOM secara tegas mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan kosmetik yang diaplikasikan dengan jarum atau microneedle.
Keempat, kalau memilih treatment di klinik, pastikan klinik tersebut berizin, tindakannya dilakukan oleh dokter, dan kamu mendapat penjelasan jelas tentang produk yang dipakai beserta izin edarnya.
Kalau setelah memakai produk atau menjalani treatment muncul kemerahan yang nggak kunjung hilang, bengkak, nanah, atau demam, segera hentikan pemakaian dan periksakan diri ke dokter.
Kamu juga bisa melaporkan efek yang tidak diinginkan ke laporkosmetik@pom.go.id, serta melaporkan dugaan pelanggaran ke HALOBPOM 1500533 atau Balai POM terdekat.
Kesimpulan
Manfaat exosome skincare memang menarik, terutama untuk membantu memperbaiki tekstur kulit dan pigmentasi. Namun bukti ilmiahnya masih tergolong awal, kualitas produknya sangat beragam, dan standar keamanannya belum benar-benar mapan.
Serum exosome di rumah cenderung memberi hasil yang lebih ringan, sementara treatment klinik sebaiknya hanya dilakukan oleh dokter di tempat yang berizin. Ingat juga bahwa produk exosome yang dipakai dengan jarum, microneedle, atau injeksi bukan termasuk kosmetik.
Sebelum membeli, terapkan CekKLIK, cek izin edar dan kategori produknya di situs BPOM, dan jangan mudah tergiur klaim yang terdengar terlalu bagus untuk jadi kenyataan.
Ingin tahu lebih banyak tentang tren skincare dan cara memilih perawatan kulit yang aman? Yuk, baca artikel lainnya di glownesia.id. Karena kulit sehat lebih baik dirawat dengan informasi yang tepat, bukan sekadar ikut tren.(***)
Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.







