Trik Mengatasi Makeup Crack di Hidung agar Flawless Seharian

Pagi tadi makeup-mu terlihat rapi, tapi menjelang siang hidung mulai tampak pecah-pecah, foundation menumpuk di sela pori, dan bagian samping cuping hidung terlihat belang.

Make Up

Pagi tadi makeup-mu terlihat rapi, tapi menjelang siang hidung mulai tampak pecah-pecah, foundation menumpuk di sela pori, dan bagian samping cuping hidung terlihat belang.

Kalau kamu sering mengalaminya, tenang, kamu nggak sendirian. Hidung memang termasuk area yang paling sulit dibuat awet karena kondisi kulitnya cukup unik.

Kabar baiknya, masalah ini bisa dicegah lewat skin prep yang tepat, dan kalaupun sudah terlanjur crack, masih bisa diperbaiki tanpa harus cuci muka.

Di artikel ini kita bahas cara mengatasi makeup crack di hidung, mulai dari penyebabnya, langkah pencegahan sebelum foundation, sampai trik emergency fix yang bisa kamu lakukan di mana saja.

Kenapa Makeup Sangat Mudah Crack atau Longsor di Area Hidung?

Kenapa Makeup Sangat Mudah Crack atau Longsor di Area Hidung? (Foto: unsplash/Chalo Garcia)
Kenapa Makeup Sangat Mudah Crack atau Longsor di Area Hidung? (Foto: unsplash/Chalo Garcia)

Hidung adalah bagian dari T-zone, yaitu area dahi, hidung, dan dagu yang membentuk huruf T. Area ini dikenal punya kelenjar minyak yang lebih banyak dibanding bagian wajah lain. Akibatnya minyak lebih cepat muncul dan pelan-pelan mendorong lapisan makeup sampai bergeser, menipis, atau terlihat longsor.

Masalahnya, minyak bukan satu-satunya penyebab. Banyak orang dengan kulit berminyak justru punya area hidung yang dehidrasi, terutama di sekitar cuping dan sudut hidung.

Di bagian ini kulit sering terlihat mengelupas halus atau ada sisa kulit kering. Saat foundation diaplikasikan di atas kulit seperti ini, produk akan menempel di serpihan kulit kering lalu terlihat pecah atau cakey.

Selain itu, pori di area hidung biasanya lebih terlihat jelas. Kalau produk dioleskan terlalu tebal, foundation bisa mengendap di dalam pori dan membuat tampilan hidung terlihat berbintik.

Kebiasaan sehari-hari juga ikut berpengaruh. Hidung sering tersentuh, entah saat mengusap keringat, memakai masker, atau memakai kacamata. Gesekan kecil ini lama-lama bisa membuat makeup terkikis.

Terakhir, ada faktor teknik. Menaruh foundation langsung di hidung dalam jumlah banyak, menumpuk produk dengan basis yang nggak cocok, atau memakai bedak terlalu tebal bisa membuat lapisan makeup terlalu berat.

Lapisan yang berat cenderung lebih mudah retak saat kulit bergerak dan mengeluarkan minyak.

Cara Mencegah Makeup Crack di Hidung Sebelum Mengaplikasikan Foundation

Cara Mencegah Makeup Crack di Hidung Sebelum Mengaplikasikan Foundation (Foto: unsplash/Johan Mouchet)
Cara Mencegah Makeup Crack di Hidung Sebelum Mengaplikasikan Foundation (Foto: unsplash/Johan Mouchet)

Kunci utama makeup yang awet di hidung ada pada skin prep. Berikut langkah yang bisa kamu lakukan sebelum masuk ke tahap foundation.

  1. Eksfoliasi secara rutin dengan BHA atau AHA supaya nggak ada sel kulit mati yang bikin foundation pecah.
  2. Pakai hydrating primer, bukan hanya mattifying primer yang bisa membuat kulit makin kering.
  3. Aplikasikan sisa foundation di spons ke hidung, jangan taruh produk langsung di hidung.

Untuk eksfoliasi, ikuti petunjuk di label dan jangan berlebihan. BHA seperti salicylic acid cenderung cocok untuk kulit berminyak karena bisa bekerja di dalam pori.

Tapi eksfoliasi yang terlalu sering justru bisa membuat kulit iritasi dan makin mengelupas, jadi hindari juga saat kulit sedang merah atau perih.

Soal primer, banyak orang dengan hidung berminyak langsung memilih primer matte. Padahal kalau kulit di sekitar hidung sebenarnya dehidrasi, primer yang terlalu mengeringkan malah membuat foundation lebih mudah pecah.

Mulailah dengan pelembap ringan yang oil-free, lalu pakai hydrating primer di area yang cenderung kering seperti cuping dan sudut hidung.

Kalau perlu, pakai sedikit mattifying primer hanya di batang hidung yang paling berminyak. American Academy of Dermatology juga mengingatkan bahwa kulit berminyak tetap butuh pelembap setelah dicuci.

Trik terakhir sering dipakai para MUA. Ratakan foundation di pipi dan dahi lebih dulu, lalu tepuk sisa produk yang menempel di spons ke hidung. Dengan begitu lapisan di hidung jauh lebih tipis, sehingga nggak mudah menumpuk di pori atau retak saat kulit berminyak.

Selain itu, beri jeda sebentar setelah skincare supaya produk meresap sebelum ditimpa makeup. Pastikan juga basis produkmu saling cocok supaya nggak menggumpal. Saat setting, pakai bedak tabur tipis dan tekan perlahan dengan puff, bukan diusap, supaya lapisan makeup tetap ringan.

Pilihan foundation juga berpengaruh. Untuk kulit berminyak atau kombinasi, cari produk berlabel oil-free dan non-comedogenic seperti yang disarankan AAD.

Kalau hidungmu cenderung dehidrasi, hindari foundation yang terlalu matte dan cepat mengering, karena teksturnya lebih mudah retak di area yang kering. Foundation dengan hasil natural yang ringan biasanya lebih mudah menyatu dengan kulit sepanjang hari.

Emergency Fix: Cara Mengatasi Makeup Crack di Hidung

Emergency Fix: Cara Memperbaiki Makeup Hidung yang Sudah Terlanjur Crack (Foto: unsplash/Chalo Garcia)
Emergency Fix: Cara Memperbaiki Makeup Hidung yang Sudah Terlanjur Crack (Foto: unsplash/Chalo Garcia)

Sudah terlanjur pecah di tengah hari? Nggak perlu panik atau buru-buru cuci muka. Kamu bisa memperbaikinya dengan langkah sederhana ini.

  1. Tap-tap area yang crack dengan tisu, jangan digeser.
  2. Tepuk ulang dengan spons atau cushion puff lembap yang diberi sedikit pelembap atau serum.
  3. Set perlahan dengan translucent powder.

Di langkah pertama, kamu bisa memakai tisu wajah atau kertas minyak untuk mengangkat kelebihan minyak tanpa menghapus makeup di sekitarnya.

AAD juga menyarankan menekan kertas minyak dengan lembut dan nggak menggosoknya, karena gosokan justru meratakan minyak ke area lain.

Untuk langkah kedua, basahi spons lalu peras, kemudian teteskan pelembap atau serum dalam jumlah yang sangat sedikit.

Kelembapan ini membantu melunakkan makeup yang pecah supaya bisa dibaurkan ulang dan menyatu lagi dengan kulit. Ingat, cukup sedikit saja karena terlalu banyak produk justru membuat makeup makin luntur.

Saat setting, ketuk dulu puff ke punggung tangan supaya bedak yang menempel nggak terlalu banyak. Lapisan tipis sudah cukup untuk mengunci makeup tanpa membuatnya cakey lagi.

Kalau masih ada bagian yang terlihat kosong, tambahkan sedikit concealer atau foundation dengan ujung jari, lalu set lagi dengan bedak tipis.

Supaya selalu siap, bawa pouch kecil berisi kertas minyak, spons mini, dan translucent powder. Dengan perlengkapan sederhana ini, kamu bisa merapikan makeup hanya dalam beberapa menit.

Kalau kulit di area hidung terus-menerus mengelupas, perih, atau kemerahan meski sudah dirawat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.

Kesimpulan

Makeup crack di hidung biasanya terjadi karena kombinasi minyak berlebih di area T-zone, kulit yang dehidrasi di sekitar cuping hidung, pori yang terlihat jelas, dan teknik aplikasi yang terlalu tebal.

Untuk mencegahnya, rutin eksfoliasi dengan bijak, pakai pelembap dan hydrating primer, serta aplikasikan sisa foundation di spons ke hidung supaya lapisannya tetap tipis.

Kalau sudah terlanjur pecah, tekan dulu dengan tisu, baurkan ulang dengan spons lembap yang diberi sedikit pelembap, lalu set tipis dengan translucent powder. Dengan cara ini makeup di hidung bisa tetap rapi seharian tanpa harus cuci muka dan mengulang dari awal.

Ingin tahu lebih banyak trik makeup awet dan tips skin prep ala MUA? Yuk, baca artikel lainnya di glownesia.id. Karena makeup yang flawless selalu dimulai dari kulit yang dirawat dengan tepat.(***)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.